Singgung Soal PPKM Level, Mendagri: Memang Tidak Enak, Tapi Harus Kita Lakukan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyinggung terkait kebijakan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang dilakukan pemerintah. Menurut Tito, dirinya menyadari bahwa perpanjangan PPKM Level memang dirasa tidak enak, namun tetap harus dilakukan. Mengingat, kegiatan masyarakat harus ekstra dibatasi demi mengurangi angka kelonjakan kasus Covid 19 di Indonesia.

Untuk itu, Tito berharap segenap masyarakat, baik tokoh tokoh masyarakat, Ormas dan OKP untuk terus bekerja sama dalam menaati kebijakan pemerintah ini. Hal itu disampaikan Tito saat memberikan keterangan pers bersama Menteri Sosial dan Menteri Kesehatan di Istana Negara, Senin (26/7/2021). “Jadi kita mohon juga kerja sama dari semua pihak termasuk nonpemerintah, tokoh tokoh masyarakat, Ormas, OKP mari kita bekerja bersama sama agar kebijakan pembatasan ini yang memang tidak enak tapi harus kita lakukan dapat betul betul efektif,” kata Tito.

Dalam kesempatan ini, Tito meminta kepada kepala daerah untuk berkoordinasi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang dapat menjadi mitra dalam penanganan pandemi Covid 19. Lewat cara itu, Tito berharap, angka kasus Covid 19 dapat melandai. Sehingga dapat berdampak pada berbagai sektor, misalnya pada penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR).

Termasuk juga dapat membuat membuka ruang bagi kita untuk beraktivitas dan melakukan kegiatan ekonomi. “Dengan demikian kita berharap kalau ini efektif semua, kita bisa bergerak bersama sama tentu kita harapkan ke depan levelnya akan makin turun lagi, sehingga akan membuka ruang bagi kita untuk beraktivitas, termasuk aktivitas ekonomi,” ujar Tito. Selain itu, upaya ini dapat pula menekan angka kematian di Indonesia karena Covid 19.

Sebagai informasi, kasus kematian di Indonesia hari ini mengalami kenaikkan apabila dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pada Senin hari ini, tercatat jumlah pasien positif Covid 19 yang meninggal dunia bertambah sebanyak 1.487 pasien. Jumlah ini lebih banyak jumlah angka kematian pada hari sebelumnya, yakni 1.266 korban.

Dengan tambahan angka kematian 1.487 korban, maka jumlah pasien meninggal dunia akibat virus corona pada Senin hari ini menjadi 84.766 orang. Dari data yang diunggah covid19.go.id, wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki tingkat kasus kematian tertinggi dengan 371 korban. Sementara wilayah selanjutnya yang menjadi penyumbang terbanyak yakni Jawa Tengah dengan 270 korban dan provinsi ketiga yakni Jawa Barat dengan 226 korban.

Provinsi DKI Jakarta juga menyumbang 160 korban. Kemudian di urutan kelima ada DI Yogyakarta dengan 77 korban. Berikut rincian data sebaran jumlah kematian akibat Covid 19 dari Kementerian Kesehatan, Senin (26/7/2021): Jawa Timur371

Jawa Tengah 270 Jawa Barat 226 Jakarta 160

DIY 77 Kalimantan Timur 72 Kep Riau 45

Riau 32 Sumatera Selatan 20 Kalimantan Selatan 17

Sumatera Barat 16 Lampung 16 Banten 15

Bangka Belitung 15 Sulawesi Tenggara 12 Sulawesi Tengah 11

Kalimantan Barat 11 Sulawesi Utara 10 Bali 10

Kalimantan Utara 9 Sumatera Utara 9 NTT 8

Papua Barat 7 Maluku Utara 7 Jambi 6

Sulawesi Selatan 6 Aceh 5 Sulawesi Barat 4

Bengkulu 3 NTB 2 Papua 2

Kalimantan Tengah 2 Gorontalo 0 Maluku 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.